Minggu, 05 April 2015

yang sebenarnya


Banyak pertanyaan – pertanyaan yang tidak akan pernah ada jawabannya, entah sampai kapan semua ini akan terjadi? Ku merasakan banyak cinta, banyak kasih sayang, banyak merindu...
Lalu apa yang bisa ku jelaskan saat segalanya begitu jelas teraba oleh jemariku namun apa ini? situasi seperti apa yang ku rasakan kini?
akan bagaimana jadinya? Seperti apakah nanti? Ini sulit dimengerti, akankah kau menjadi takdirku?
sekarang tanggal 16 bulan november 2014, happy anniversary sayang... moody
Semua berawal dari, hari itu...
Tepat 163 hari yang lalu dimana pertama kali kita bertemu lagi setelah sekian lama kita menyelesaikan pendidikan di SMK, kita adalah teman sekelas (dulu)
Dan hari itu kita bertemu lagi, kamu sudah mulai bekerja, begitupun saya.. masih jelas diingatan saya, sepulang dari tempat kerja langsung siap siap ketemu temen2 lama, dan bukan kamu, ga ada feeling akan terjadi apa apa, ga ada perasaan mau ada apapa, karna saya tau kamu tidak pernah menyukai saya (dulu)
Dan akhirnya melihatmu lagi, Tidak banyak yang kita bicarakan, hanya beberapa pertanyaan, dan beberapa potong percakapan sebagaimana orang yang lama tidak berjumpa. Hei? Apa kabar? Kerja dimana? Gimana enak ga? Kerjanya ngapain aja? Thats simple questions...
Namun ada sesuatu yang tidak pernah saya fikirkan sebelumnya, terselip kecupan indah di bibir di sela percakapan yang terhenti itu. Kamu mencium bibir saya dengan sangat manis, bahkan hingga saat ini saya masih bisa merasakan kecupan itu. aih
Waktu itu saya masih punya kekasih, hubungan saya saat itu memang sudah sangat tidak baik untuk diteruskan, beberapa kali saya menyudahinya namun tetap dia tidak mau , hingga saya muak .
Keesokan harinya saya dapati sms kamu pagi pagi. “hey” itu sangat mengesankan hmm (menyengangkan kali ya, hehehe), awalnya saya fikir kamu akan melupakan apa yang terjadi last night, namun saya salah... ‘
haripun berlalu..... jeng jeng jeng jreeenggg...........
Dan tanggal 16 juni 2014 kita jadian, sayapun putuskan untuk meninggalkan masalalu saya dan mulai yang baru dengan kamu. (agung suhendar )
Banyak yang sangat tidak menyangka dengan hubungan kita, bayak yang tidak percaya. Mengagetkan memang, kita yang dulunya sangat tidak ada ketertarikan sama sekali namun kini geger diberitakan ‘jadian’ hahaha LOL MEN !!!  banyak teman yang menafsirkan hal buruk ttg hubungan kita,  ada yang bilang bahwa ini hanya sementara dan tidak akan berlangsung lama, (ada) , ada juga yang bilang kamu punya banyak pacar (ada) namun saya tutup kedua mata dan telinga saya, saya berjalan sesuai dengan kata hati saya. Ketulusan akan di belas dengan ketulusan, saya percaya hukum karma..
Waktu begitu singkat, kini hubungan kita berjalan hingga 5 bulan tepat di hari ini.. dan yakin saya bahwa semua yang mereka katakan, mereka tafsirkan itu ‘salah’
malam ini saya menulis cerita ini dengan keadaan yang sangat sadar, karena saya merasa memiliki anda sehingga saya sangat takut akan kehilangan anda..
Setiap hari saya ke rumah , merasakan hangat nya keluarga kamu, ini adalah pertama kalinya saya merasa sangat di cintai, hal yang tidak akan pernah saya lupakan adalah waktu malam itu, dimana mama kamu menyisiri rambut saya, dengan pelan dan merasa sangat disayangi.. umi makasih... selama ini umi baik banget sm aku, suka kasih aku makan, sayang banget sama aku, umi makasih...
Dan selama itu saya temukan saudara baru ( ponakan kamu ) Anjani ... dia sangat lucu, dengan kepolosannya selalu bercerita ttg pria yang sangat ingin dia nikahi, “nando” dan berbagai ritual yang harus di lakukan sebaru sampai dan saat sebelum saya pulang.. tidak lupa dia mencium tangan saya, mencium kedua pipi saya, kening hingga bibir lalu berpelukan.. saya juga mencintai semua keluargamu,
Namun sesal saya pun hadir saat ini sekilas berfikir tentang keluarga saya, keluarga yang tidak bs menerima adanya perbedaan, bukan fanatik namun hanya sulit menerima, membayangkan dan takut jika saya nanti akan meninggalkan keluarga dan agama demi kamu . mereka memang sedikit egois dengan perasaan saya.. maka dari itu saya kurang yakin jika kamu mengenal orang tua saya, jika pun harus mengantar saya pulang cukuplah sampai di depan gerbang, maaf... saya masih belum punya nyali untuk mengundang kamu masuk.. satu ketakutan saya, kamu akan di marahi karna kenakalan saya sendiri.
Namun jauh dari cerita itu semua, saya masih berfikir akan kemana dan bagaimana hubungan kita? Saya masih berjuang hingga saat ini. demi hati dan hidup saya... bahagia saya telah menggantung abadi pada dirimu....
Agung... saya sangat mencintai kamu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar