Banyak pertanyaan –
pertanyaan yang tidak akan pernah ada jawabannya, entah sampai kapan semua ini
akan terjadi? Ku merasakan banyak cinta, banyak kasih sayang, banyak merindu...
Lalu apa yang bisa ku
jelaskan saat segalanya begitu jelas teraba oleh jemariku namun apa ini? situasi
seperti apa yang ku rasakan kini?
akan bagaimana
jadinya? Seperti apakah nanti? Ini sulit dimengerti, akankah kau menjadi
takdirku?
sekarang tanggal 16 bulan
november 2014, happy
anniversary sayang... moody
Semua berawal dari, hari itu...
Tepat 163 hari yang
lalu dimana pertama kali kita bertemu lagi setelah sekian lama kita
menyelesaikan pendidikan di SMK, kita adalah teman sekelas (dulu)
Dan hari itu kita
bertemu lagi, kamu sudah mulai bekerja, begitupun saya.. masih jelas diingatan
saya, sepulang dari tempat kerja langsung siap siap ketemu temen2 lama, dan bukan kamu, ga ada feeling akan terjadi apa apa,
ga ada perasaan mau ada apapa, karna saya tau kamu tidak pernah menyukai saya (dulu)
Dan akhirnya melihatmu
lagi, Tidak banyak yang kita bicarakan, hanya beberapa pertanyaan, dan beberapa
potong percakapan sebagaimana orang yang lama tidak berjumpa. Hei? Apa kabar?
Kerja dimana? Gimana enak ga? Kerjanya ngapain aja? Thats simple questions...
Waktu itu saya masih
punya kekasih, hubungan saya saat
itu memang sudah sangat tidak baik
untuk diteruskan, beberapa kali saya menyudahinya namun tetap dia tidak mau , hingga saya muak .
Keesokan harinya saya
dapati sms kamu pagi pagi. “hey” itu sangat mengesankan hmm (menyengangkan kali ya, hehehe), awalnya saya fikir
kamu akan melupakan apa yang terjadi last
night, namun saya salah... ‘
haripun berlalu..... jeng jeng
jeng jreeenggg...........
Dan tanggal 16 juni 2014 kita jadian,
sayapun putuskan untuk meninggalkan masalalu saya dan mulai yang baru dengan
kamu. (agung
suhendar )
Waktu begitu singkat,
kini hubungan kita berjalan hingga 5 bulan tepat
di hari ini.. dan yakin saya bahwa semua yang mereka katakan, mereka tafsirkan
itu ‘salah’
malam ini saya menulis
cerita ini dengan keadaan yang sangat sadar, karena saya merasa memiliki anda
sehingga saya sangat takut akan kehilangan
anda..
Setiap hari saya ke
rumah , merasakan hangat nya keluarga kamu, ini adalah pertama kalinya saya
merasa sangat di cintai, hal yang tidak akan pernah saya lupakan adalah waktu
malam itu, dimana mama kamu menyisiri rambut saya, dengan pelan dan merasa
sangat disayangi.. umi makasih... selama ini umi baik banget sm aku, suka kasih
aku makan, sayang banget sama aku, umi makasih...
Dan selama itu saya
temukan saudara baru ( ponakan kamu )
Anjani ... dia sangat lucu, dengan kepolosannya
selalu bercerita ttg pria yang sangat ingin dia nikahi, “nando” dan berbagai ritual yang harus di lakukan sebaru sampai dan
saat sebelum saya pulang.. tidak lupa dia mencium tangan saya, mencium kedua
pipi saya, kening hingga bibir lalu berpelukan.. saya juga mencintai semua
keluargamu,
Namun sesal saya pun
hadir saat ini sekilas berfikir tentang keluarga saya, keluarga yang tidak bs
menerima adanya perbedaan, bukan
fanatik namun hanya sulit menerima, membayangkan dan takut jika saya nanti akan
meninggalkan keluarga dan agama demi kamu . mereka memang sedikit egois dengan
perasaan saya.. maka dari itu saya kurang yakin jika kamu mengenal orang tua
saya, jika pun harus mengantar saya pulang cukuplah sampai di depan gerbang, maaf... saya masih belum punya nyali untuk mengundang
kamu masuk.. satu ketakutan saya, kamu akan di marahi karna kenakalan saya
sendiri.
Namun jauh dari cerita
itu semua, saya masih berfikir akan kemana dan bagaimana hubungan kita? Saya masih berjuang hingga saat ini. demi
hati dan hidup saya... bahagia saya telah menggantung abadi pada dirimu....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar