Minggu, 05 April 2015

di Persimpangan Jalan


Segalanya seperti mimpi, aku bisa mencintaimu, bisa merasakan kehangatan keluargamu adalah sebuah anugrah tuhan yang paling indah yang  pernah ku rasakan. Nyaman sekali.. ingin rasanya aku berada disini setiap hari,  bersamamu...
Kamu berbeda, aku merasakan hal yang sangat berbeda jika di sampingmu, seperti tak ingin berlama lama jauh darimu. Rasa sayang yang begitu besar dan yakinku tak akan ada yang bisa sepertimu, Jika inilah takdirku, ku terima kau menjadi bagian dari cerita indah hidupku..
Namun mengapa saat ku temukan mu di hidupku, kaulah yang takkan pernah bisa ku raih, jelas ku lihat persimpangan di depan, seakan selalu menghantuiku akan perpisahan yang paling menyakitkan. Akupun tak ingin melihat semua ini, tiba saatnya keharusan lah yang memintaku untuk melihatmu melepaskansegalanya lalu pergi menuju arah yang berlawanan denganku. Kau akan menuju jalanmu dan begitupun aku..
Mengapa tuhan mencipatakan perbedaan jika harus di sembah dengan cara yang sama. Jika perbedan keyakinanlah yang mengharuskan kita berpisah dan apapun itu yang terjadi, itulah takdirku, pahit atau manis telan saja.. 
Namun satuhal yang tak akan pernah bisa dan tak ingin ku lihat , karna suatu hari nanti kita akan memiliki pasangan masing-masing yang satu sama lainnya akan lebih lama bersama.. yang pasti akan membuat ku berdosa membenci dia yang lebih lama memelukmu
Namun jauh disini di dalam hati , kau takkan pernah terganti oleh siapapun, dan kamulah satu satunya harapanku yang hingga kini masih ingin ku perjuangkan

 ,” Tuhan ini janjiku padaMu, takkan pernah ku sakiti bahkan ku khianati dia, ku jaga dia selalu dalam lindunganMu, dan atas restuMu juga akan ku cintainya hingga akhir kau memanggilku untuk pulang. Namun satu hal yang ingin kau janjikan padaku “ jaga dia selalu dalam lindunganmu, buat cinta kami menjadi cinta suci dan izinkanlah aku menjadi teman hidup nya hingga masa tuaku nanti....”,”

                                                                                      Agung Suhendar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar