Rabu, 15 April 2015
modi
selama di bali saya tidak pernah berkhianat, saya tidak pernah melakukan kesalahan apapun yang akan membuat pertengkaran kita, bahkan setelah kita putus. saya hanya mencintai kamu, dan sampai detik saya menulis dan sampai kapanpun saya akan tetap mencintai kamu, jangan hancurkan saya lebih lagi, jangan salahkan saya atas kesalahan yang tidak pernah saya lakukan.. tolong sejenak dengarkan saya, simak penjelasan saya dan mengerti keadaan saya. saya sedang kalut, saya berada dititik terlemaqh, bahkan ego sayapun meminta saya untuk mengakhiri semua ini, saya merasa sangat lelah, jujur dari hati saya , saya ingin memeluk mu lagi, mendekap erat seperti waktu pertama kali kamu mendekap tubuh saya. namun kini saya sudah hancur berkeping, sudah tidak ada lagi semangat dalam hidup saya. saya sendiri . hanya sendiri..
saya tutup hati saya rapat2 dan berfikir bahwa saya sudah kalah...
modi.. bahkan sampai kapanpun kamulah yang paling indah bagi saya. jangan pernah berfikir bahwa saya tidak mencintai kamu..
saya tutup hati saya rapat2 dan berfikir bahwa saya sudah kalah...
modi.. bahkan sampai kapanpun kamulah yang paling indah bagi saya. jangan pernah berfikir bahwa saya tidak mencintai kamu..
Jumat, 10 April 2015
perpisahan
sangat menyakitkan tuhan.. ini seakan seperti pisau yang menmbus ulu hati saya, mengapa saya harus mengalami pederitaan sulit seperti ini.
ingat waktu pertama kali saya mengenalnya, memulai menjalin kisah cinta dengannya hingga saya takut akan kehilangannya dan akhirnya saya harus melepaskannya. semua proses ini sangat menyakitkan saya. mengapa kisah hidup saya terlalu berliku bahkan sangat sulit untuk saya mengerti.
dari awal apa yang paling saya takutkan terjadi kinipun sudah terjadi dan saya rasakan, saya merasa telah kehilangan sebagian dari hidup saya, dan saya merasa telah kehilangan banyak hal.
saya kehilangan semangat, kehilangan arah, kehilangan impian dan harapan saya. kini saya menulis dengan keadaan tidak karuan, air mata mengalir deras mengingat serpihan serpihan kenangan yang kini hanya tinggal masalalu. apa saya sangat tidak pantas merasakan kebahagiaan?
saya tidak mengerti bahkan sangat tidak perduli apa kata orang, namun kenapa untuk mempertahankan apa yang kamu cinta kamupun tidak sanggup dan memilih melepaskannya?
apa kamu tidak takut jika nanti dia menemukan cintanya yang lain yang lebih bisa membahagiakannya di bandingkan kamu?
apa kamu yakin bahwa dia bisa bertahan hidup saat dia dalam keadaan sangat rapuh dan membutuhkan seseorang penyemangat hidupnya?
apa kamu tega menelantarkan cintanya hanya karna kamu tidak sanggup akan rasa cemburu yang membunuh?
dia telah memberimu banyak hal, separuh hidupnya bahkan seluruh jiwanya, namun kau malah mengabaikannya? apa kau pantas seperti itu? dia hanya ingin bahagia karna selama hidupnya hanya denganmu dia pernah melepaskan tertawanya hingga dia lupa akan masalah keluarganya dan sakitnya.
namun kini dia sendiri, hanya berteman dengan puing kenangan yang selalu mengingatkannya akan tentangmu. dai tahankan segala hanya sendiri,
dan kinipun dia memilih menutup hatinya untuk siapapun, dia telah belajar setia dalam mencintai namun semua pengorbanan yang dia lakukan seakan sia sia. dankini dia sudah tidak mempunyai mimpi yang selalu dia bicarakan denganmu, dia akan menjadi wanita penurut yang patuh akan segala perintah, dia tidak lagi menolak bahkan membantah, dia sudah berubah menjadi periang dan lebih sering melamun, karna hatinya telah patah tercabik cabik dan terinjak.
dia sudah menjadi orang yang bahkan tidak mengenal siapapun lagi, mimpinya sudah terkubur di dalam angan, dia sudah lelah akan penderitaan hidupnnya, dia tidak akan pernah mampu bangkit lagii, dia telah menutup diri sanagat rapat . tidak akan ada yang bisa mencarinya lagi, hingga nanti waktunya tiba, dia akan melupakanmu dan bahagia bersama orang yang mungkin akan lebih menghargai cintanya. kelak dia akan menemukannya, dia akan jauh lebih bahagia dan tidak akan ada namamu lagi dalam hidupnya, dia akan melupakanmu lebih dari cara dia melupakan cintanya.
Senin, 06 April 2015
ldr
minggu, 4 april 2015
udah ga tau mau nulis apa, gatau mau ngomong apa.. semoga apa
yang akan kita korbankan menjadi satu bagian yang berarti ya.. semoga apa yang
telah kita perjuangkan akan menjadi pengharapan baru ya.. aku bener2 gatau dan
ga bisa berbuat apa apa, ini seakan sulit, ini tragis, cinta tulus kita harus
dikorbankan demi kebahagiaan orang lain.
Aku mau kamu akan tetap seperti apa yang aku kenal. Kamu akan
tetap mengingat segalanya yang terjadi selama 10 bulan ini, keringat, air mata
, tertawa, semua melebur menjadi satu di dalam cinta kita.
Janji... aku berjanji diatas kertas putih ini, bahwa kamu akan
tetap abadi dalam hati dengan beribu kisah yang selalu terukir indah di
mimpiku. Semakin dekat, semakin dekat aku semakin takut melihat waktu, waktu
yang mempertemukan kita danmenjadi sebuah kebersamaan yang indah, namun waktu
juga yang memisahkan kita dengan cara yang sangat sempurna, menyakiti, membunuh
bahkan menyiksa batinku. Beratku berfikir, entah bagaimana dan akan apa aku
nanti tanpamu, apa bisa? Apa bertahan? Aku tidak tahu..
Moodddyyy sayaang.... kita akan bertemu lagi kan nanti? Janji
yaaa.....
Minggu, 05 April 2015
yang sebenarnya
Banyak pertanyaan –
pertanyaan yang tidak akan pernah ada jawabannya, entah sampai kapan semua ini
akan terjadi? Ku merasakan banyak cinta, banyak kasih sayang, banyak merindu...
Lalu apa yang bisa ku
jelaskan saat segalanya begitu jelas teraba oleh jemariku namun apa ini? situasi
seperti apa yang ku rasakan kini?
akan bagaimana
jadinya? Seperti apakah nanti? Ini sulit dimengerti, akankah kau menjadi
takdirku?
sekarang tanggal 16 bulan
november 2014, happy
anniversary sayang... moody
Semua berawal dari, hari itu...
Tepat 163 hari yang
lalu dimana pertama kali kita bertemu lagi setelah sekian lama kita
menyelesaikan pendidikan di SMK, kita adalah teman sekelas (dulu)
Dan hari itu kita
bertemu lagi, kamu sudah mulai bekerja, begitupun saya.. masih jelas diingatan
saya, sepulang dari tempat kerja langsung siap siap ketemu temen2 lama, dan bukan kamu, ga ada feeling akan terjadi apa apa,
ga ada perasaan mau ada apapa, karna saya tau kamu tidak pernah menyukai saya (dulu)
Dan akhirnya melihatmu
lagi, Tidak banyak yang kita bicarakan, hanya beberapa pertanyaan, dan beberapa
potong percakapan sebagaimana orang yang lama tidak berjumpa. Hei? Apa kabar?
Kerja dimana? Gimana enak ga? Kerjanya ngapain aja? Thats simple questions...
Waktu itu saya masih
punya kekasih, hubungan saya saat
itu memang sudah sangat tidak baik
untuk diteruskan, beberapa kali saya menyudahinya namun tetap dia tidak mau , hingga saya muak .
Keesokan harinya saya
dapati sms kamu pagi pagi. “hey” itu sangat mengesankan hmm (menyengangkan kali ya, hehehe), awalnya saya fikir
kamu akan melupakan apa yang terjadi last
night, namun saya salah... ‘
haripun berlalu..... jeng jeng
jeng jreeenggg...........
Dan tanggal 16 juni 2014 kita jadian,
sayapun putuskan untuk meninggalkan masalalu saya dan mulai yang baru dengan
kamu. (agung
suhendar )
Waktu begitu singkat,
kini hubungan kita berjalan hingga 5 bulan tepat
di hari ini.. dan yakin saya bahwa semua yang mereka katakan, mereka tafsirkan
itu ‘salah’
malam ini saya menulis
cerita ini dengan keadaan yang sangat sadar, karena saya merasa memiliki anda
sehingga saya sangat takut akan kehilangan
anda..
Setiap hari saya ke
rumah , merasakan hangat nya keluarga kamu, ini adalah pertama kalinya saya
merasa sangat di cintai, hal yang tidak akan pernah saya lupakan adalah waktu
malam itu, dimana mama kamu menyisiri rambut saya, dengan pelan dan merasa
sangat disayangi.. umi makasih... selama ini umi baik banget sm aku, suka kasih
aku makan, sayang banget sama aku, umi makasih...
Dan selama itu saya
temukan saudara baru ( ponakan kamu )
Anjani ... dia sangat lucu, dengan kepolosannya
selalu bercerita ttg pria yang sangat ingin dia nikahi, “nando” dan berbagai ritual yang harus di lakukan sebaru sampai dan
saat sebelum saya pulang.. tidak lupa dia mencium tangan saya, mencium kedua
pipi saya, kening hingga bibir lalu berpelukan.. saya juga mencintai semua
keluargamu,
Namun sesal saya pun
hadir saat ini sekilas berfikir tentang keluarga saya, keluarga yang tidak bs
menerima adanya perbedaan, bukan
fanatik namun hanya sulit menerima, membayangkan dan takut jika saya nanti akan
meninggalkan keluarga dan agama demi kamu . mereka memang sedikit egois dengan
perasaan saya.. maka dari itu saya kurang yakin jika kamu mengenal orang tua
saya, jika pun harus mengantar saya pulang cukuplah sampai di depan gerbang, maaf... saya masih belum punya nyali untuk mengundang
kamu masuk.. satu ketakutan saya, kamu akan di marahi karna kenakalan saya
sendiri.
Namun jauh dari cerita
itu semua, saya masih berfikir akan kemana dan bagaimana hubungan kita? Saya masih berjuang hingga saat ini. demi
hati dan hidup saya... bahagia saya telah menggantung abadi pada dirimu....
karena aku mencintai kamu
Aku belajar menyukai apa yang kamu suka, aku belajar
mencintai apa yang kamu cinta, tapi aku tidak bisa belajar mencintai wanita
lain yang kamu cinta, sungguh...
Biarkan aku menjadi satu satunya orang yang
kamu cintai.
Aku takut kehilanganmu, aku takut ada orang lain yang bisa
membahagiakan kamu selain aku, aku takut orang itu yang lebih kamu butuhkan dan
bukan aku.
Apakah kamu tau bagaimana aku
selalu menjaga hatiku dari orang orang yang ingin mencintaiku lebih darimu
seberapa istimewapun merekadimataku kamu tetap yang terbaik, jaga hatiku dan
tetap dimiliki olehmu, aku takut jatuh cinta lg, aku takut memeberi hatiku
kepada orang lain selain kamu, aku takut mereka akan membuat ku melupakan kamu.
Aku ingin kamu satu satunya orang yang menggemgam
tanganku pada hari bahagia ku nanti, aku mau kamu yang mendampingi ku di saat
saat susahnya aku, karena hanya kamu ...
. Izinkan aku tetap mencintai kamu dalam keadaan apapun.
Aku selalu menyiapkan diriku untuk menjadi seseorang yang akan selalu menemani
lelahmu setiap hari .
Aku siap menjadi teman saat kamu merasa bahwa semua orang
telah mengkhianatimu, aku siap menjadi tangan ke 2 mu aku siap menjadi apapun
dalam setiap harimu namun 1 hal yang tak bisa aku lakukan saat kamu menuntut
kesempurnaan ku, maaf, aku telah berusaha namun sempurna itu masih jauh dari
depan mataku
di Persimpangan Jalan
Segalanya seperti mimpi, aku bisa mencintaimu, bisa
merasakan kehangatan keluargamu adalah sebuah anugrah tuhan yang paling indah
yang pernah ku rasakan. Nyaman sekali.. ingin
rasanya aku berada disini setiap hari, bersamamu...
Kamu
berbeda, aku merasakan hal yang sangat berbeda jika di sampingmu, seperti tak
ingin berlama lama jauh darimu. Rasa sayang yang begitu besar dan yakinku tak
akan ada yang bisa sepertimu, Jika inilah takdirku, ku terima kau menjadi
bagian dari cerita indah hidupku..
Namun
mengapa saat ku temukan mu di hidupku, kaulah yang takkan pernah bisa ku raih,
jelas ku lihat persimpangan di depan, seakan selalu menghantuiku akan
perpisahan yang paling menyakitkan. Akupun tak ingin melihat semua ini, tiba
saatnya keharusan lah yang memintaku untuk melihatmu melepaskansegalanya lalu
pergi menuju arah yang berlawanan denganku. Kau akan menuju jalanmu dan
begitupun aku..
Mengapa
tuhan mencipatakan perbedaan jika harus di sembah
dengan cara yang sama. Jika perbedan keyakinanlah yang mengharuskan kita
berpisah dan apapun itu yang terjadi, itulah takdirku, pahit atau manis telan saja..
Namun
satuhal yang tak akan pernah bisa dan tak ingin ku lihat , karna suatu hari
nanti kita akan memiliki pasangan masing-masing yang satu sama lainnya akan
lebih lama bersama.. yang pasti akan membuat ku berdosa membenci dia yang lebih
lama memelukmu
Namun jauh
disini di dalam hati , kau takkan pernah terganti oleh siapapun, dan kamulah satu
satunya harapanku yang hingga kini masih ingin ku perjuangkan
,” Tuhan ini janjiku padaMu, takkan pernah ku
sakiti bahkan ku khianati dia, ku jaga dia selalu dalam lindunganMu, dan atas
restuMu juga akan ku cintainya hingga akhir kau memanggilku untuk pulang. Namun
satu hal yang ingin kau janjikan padaku “ jaga dia selalu dalam lindunganmu,
buat cinta kami menjadi cinta suci dan izinkanlah aku menjadi teman hidup nya
hingga masa tuaku nanti....”,”
Langganan:
Postingan (Atom)